Rabu, 25 Februari 2015

Banjir di Kahala Kec. Kenohan

Banjir di kahala ilir kec. Kenohan ternyata ada hikmahnya yakni banyaknya ikan berbagai macam jenis sepesisnya. Dikarenakan struktur air yang kurang oksigen dan tercemar oleh getah berbagai tumbuhan ditambah arus kurang mengalir kemana2 hingga berbulan2. Dalam bahasa kutai kahala disebut "Benggar". Kalo menurut saya banyaknya pohon dan dedaunan yang tenggelam oleh air banjir tersebut hingga membusuk. entah itu pohon yg beberkhasiat atau malah pohon dan dedaunan yg bisa berbahaya atau beracun bercampur aduk. Dalam air banjir ini yang salah satunya menyebabkan ikan timbul dan kurang bertenaga. Mulut ikan akan muncul dipermukaan untuk menghirup udara segar. Hanya sesekali tenggelam apa bila merasa terganggu atau mendengar suara berisik yang terlalu keras.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh warga untuk menangkapi baik menggunakan tombak bermata satu (bujek) atau tombak bermata tiga atau lebih (serpang) ataupun dengan sodok untuk ikan iblis atau ikan kecil - kecil.

Ni beberapa contoh ikan hasil tangkapan dengan sodok iblis :

Jukut lais, lepok dan anak bentilap, ada juga kelebere, kan anak baung.
Jukut kendie

Anak lepok yg siap di bakar ( tunu ) atau diasap ( salai)

Disusun yang rapirapi Di tungku pembakaran. 


Demikian kesah atau cerita kami.lain kali team sambung lagi.




Senin, 23 Februari 2015

Perjalanan hidup kami di desa kahala hikir

Perjalanan hidup kami sekeluarga berawal dari, tugas istri saya sebagai bidan desa. Di desa pahala hilir kecamatan keanehan. Sekitar empat bulan mendiami rumah yang kami sewa yak ni rumah pak eppen. Semudah rumah yang cukup nyaman yang awalnya akan dibangun tempat sarang burung walet. Awal pindah di rumah tersebut tinggal  6 desember 2014.

 Rumah Pak Eppen yang kami sewa 

Namun beberapa hari ini desa ini dilanda banjir, menurut penuturan warga setempat banjir seperti ini dialami hampir disetiap tahun terjadi di bulan september - mei.


Anaki tidak merasa kwatir malah menjadi arena bermandikan musiman.
 Pegawai kecamatan sedang berangkat kerja, rela menerjangkanmenerbangkan motor kesayangannya...


Sementara ini belum ada perhatian secara khusus dari pemerintah mengenai banjir rutin yang dialami desa2 di pedalaman.





Nauvan Arjasa JP.